Semiotika

About

Berdasarkan pengalaman di Bandung, ada banyak  kosa-kata baru yang belum pernah dilafadzkan sebelumnya, khususnya di Balikpapan.  Kosa-kata ini jumlahnya tidak sedikit. Jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu. Jumlah yang fantastis tadi terangkum dalam kesatuan sistem linguistik yang biasa kita kenal dengan sebutan Bahasa Sunda.

Dalam bahasa sunda, cucunguk artinya adalah kecoa. Seiring bergulirnya laju peradaban, kini cucunguk bukan lagi cucunguk yang dulu. Ia bisa berarti siapa saja. Apa yang terjadi pada cucunguk bukan lagi menjadi anomali baru dalam hidup ini.

Dimanapun kita berada, akan selalu ada orang-orang yang berjasa dalam melakukan pergeseran makna pada suatu hal. Seperti yang terjadi pada cucunguk yang begitu innocent, reputasinya menjadi terpuruk semenjak ia terbakukan menjadi kosa-kata yang populer digunakan dalam setiap perselisihan. Mengapa insan tak berakhlak bersepakat menjadikan cucunguk sebagai daftar kosa-kata yang sering di lafadzkan ketika mengucap sumpah serapah?

Pertanyaan-pertanyaan tadi merupakan kunci dari pembahasan semiotika. Bagi kalangan terdidik, semiotika merupakan sebuah terminologi yang mengantarkan mereka kepada lingkup pembahasan mengenai kajian tanda (the study of signs). Dengan arogannya mereka menjelaskan bahwa kajian mengenai semiotika memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai sesuatu yang bermakna. Seperti Ferdinand De Saussure (1857-1913) yang dianggap pertama kali mengemukakan gagasan mengenai teori semiotika.

Dalam teorinya, ia membagi semiotik menjadi dua bagian. Penanda (signifier) dan pertanda (signified). Penanda sebagai bentuk fisik yang dapat dikenal melalui wujud konkret, sedang pertanda dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi maupun nilai-nilai yang terkandung pada wujud tersebut.

Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise.

Secara sederhana,  aspek kajian semiotika melingkupi seluruh indra manusia, tidak hanya terbatas pada pengelihatan dan pendengaran. Bahkan bisa jauh melampaui itu, melibatkan perasaan. Dalam perspektif penerapan desain komunikasi visual, semiotik menjadi acuan utama dalam proses penyampaian pesan melalui konvensi makna yang ada pada masyarakat. Pastinya secara visual.

Contohnya ketika pak Suroto memperlihatkan gambar cucunguk kepada pak lurah cibeunying kidul. Ia mengamuk tidak karuan karena namanya disandingkan bersama gambar tersebut, Berbeda dengan mang Jamal yang memperlihatkan visual cucunguk yang bersanding dengan merk pembasmi serangga terkenal. Pak Lurah akan mengira bahwa mang Jamal adalah agent of change akan membersihkan cucunguk yang bersarang di ruang kerjanya. Proses penerjemahan tanda ke dalam sebuah makna inilah yang dikenal sebagai proses semiotik.


Dalam kehidupan umat manusia, selalu terdapat sebuah tanda bagi mereka yang berpikir. Kita perlu sedikit cerdas untuk bisa membaca tanda-tanda itu. Karena setiap tanda, pasti terdapat sebuah pesan yang bisa kita jadikan pelajaran.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. — QS. Al-Baqarah [2] : 164

Sampai saat ini, entah kenapa diri ini masih tertatih-tatih untuk belajar memaknai hidup ini. Dalam segala keterbatasan yang ada, seluruh tulisan yang ada di blog ini berusaha untuk merangkum kembali memori yang pernah ada melalui pendekatan semiotik. Semoga tulisan yang  rada membosankan ini bisa sedikit berkesan dan menjadi salah satu bukti  kalau yang menulis juga pernah berbagi.

6 Comments

  1. Semoga tulisan-tulisannya bermanfaat untuk banyak orang. Salam kenal Mas Rizky…

  2. themenya keren, dan sudah bikin buku itu lebih keren lagi,
    salam kenal, bung ..

  3. Ah menarik, saya suka. Salam kenal :)

Tinggalkan Balasan

Email Kamu Ga Bakal di Publikasikan.

*

Copyright © 2017 Semiotika

Theme by Anders NorenUp ↑