Semiotika

Jangkar Berkarat

Banyak yang mengatakan bahwa desain memiliki peran dalam membangun citra visual. Fungsi desain mampu memberikan sebuah dampak, yakni menciptakan atmosfer yang membangkitkan emosi secara visual bagi sebuah produk. Elemen visual yang mendukung terciptanya sebuah kesan yang lahir dari emosi ini dikenal oleh para praktisi desain komunikasi visual dengan istilah brand identity.

Dalam bukunya:  Designing Brand Identity, Alina Wheeler memaparkan bagaimana sebuah brand identity mengubah nilai yang tidak berwujud menjadi sesuatu yang dapat diyakini keberadaannya oleh manusia. Kita dapat melihatnya, menyentuhnya, mendengarnya serta melihatnya bergerak. Brand identity  dapat dianalogikan selayaknya bahan bakar dari proses  pengenalan, penguatan serta upaya diferensiasi dari sebuah brand.

Brand identity memiliki banyak elemen. Salah satu elemen terpenting dari brand identity a dalah logo. Seperti yang dikatakan oleh Milton Glaser, bahwa logo adalah pintu gerbang menuju sebuah brand. Maka sebuah pintu harus mampu merepresentasikan apa yang ada di dalamnya. Desainer grafis yang pernah mendesain logo I ♥ NY tersebut menegaskan bahwa logo yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang tidak akan pernah tergerus oleh arus peradaban.

Logo bagaikan sebuah jangkar yang ditenggelamkan ke dasar lautan agar kapal tetap berada pada posisinya. Tidak bergerak terbawa oleh derasnya gelombang yang menghempas dan tidak goyang diterjang oleh angin yang terus berhembus.

Pada umumnya orang-orang akan mengira bahwa jangkarlah yang membuat kapal tetap di tempat. Mereka mengira bahwa keberadaan jangkar adalah segalanya. Pada akhirnya mereka berusaha untuk memperkokoh material dari jangkar tersebut dengan harapan agar kapal mereka tetap seperti yang mereka harapkan.

Arsitektur jangkar yang estetis tidak lagi memiliki makna  jika jangkar tersebut dirangkai dengan bentangan rantai besi yang berkarat. Jangkar yang terbuat dari material baja yang kokoh pun juga tidak memiliki fungsi apapun jika bentangan rantai tidak cukup panjang untuk menyentuh dasar lautan.

Jangkar yang baik tidak hanya memiliki komponen yang kuat pada arsitektur material dari jangkarnya.  Jangkar yang baik adalah jangkar yang menjadi organisme kesatuan dengan bagian lainnya. Begitu halnya dengan sebuah logo yang menjadi bagian dari sebuah arsitektur raksasa yang bernama brand identity.

Categories: Profesi

Memahami Ikhlas » « Saling Berbagi

1 Comment

  1. Kesimpulannya: pilih desainer yg kompeten. :D

Tinggalkan Balasan

Email Kamu Ga Bakal di Publikasikan.

*

Copyright © 2017 Semiotika

Theme by Anders NorenUp ↑