Semiotika

Pangeran Khatulistiwa

Aku tinggal di kawasan yang berdekatan dengan garis lintang ekuator yang membagi bumi menjadi dua bagian: belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Pada kisaran bulan maret hingga september, biasanya suhu udara di kawasan tempat tinggal kami akan terasa lebih panas jika dibandingkan dengan bulan selainnya. Hal ini dikarenakan latitud bagian utara bumi sedang bergerak menuju arah rotasi matahari. Orang-orang berpendidikan menyebut fenomena ini dengan istilah Tropic Cancer. 

Memasuki pertengahan bulan mei, artinya musim kemarau. Walaupun temperatur udara di kawasan kami tidak setinggi di kota Cairo yang ada di mesir sana, namun sudah cukup membuat orang-orang di daerah kami merasa malas untuk keluar rumah. Bagi orang-orang yang mampu, pendingin udara atau air conditioner merupakan sesuatu yang wajib untuk dimiliki. Kebutuhan mereka terhadap benda tersebut hampir mirip dengan orang-orang eropa yang membutuhkan cerobong asap ketika winter tiba.

Aku sendiri cukup beruntung tidak memiliki ketergantungan terhadap benda-benda tersebut. Setidaknya ada tiga alasan mengapa beberapa orang yang tinggal dikawasan tersebut tidak begitu membutuhkan air conditioner. Yang pertama adalah karena mereka telah terlahir dengan memiliki tingkat kemampuan reseptor yang baik. Kedua, mereka terbiasa hidup dilingkungan tropis sehingga mampu beradaptasi secara fisiologis, dan yang ketiga adalah mereka yang terlalu miskin untuk dapat membeli barang tersebut. Aku termasuk yang terakhir.

Categories: Intuisi

Selembar Kertas » « Memahami Ikhlas

2 Comments

  1. Dengan kekurangan, orang dipaksa jadi hebat. :D

Tinggalkan Balasan

Email Kamu Ga Bakal di Publikasikan.

*

Copyright © 2017 Semiotika

Theme by Anders NorenUp ↑