Semiotika

Author: Rizky Kaw (page 1 of 4)

Mengenal Diri

Manusia, makhluk yang masuk dalam filum craniata  memiliki naluri untuk mempertahankan eksistensi hidup dari berbagai ancaman yang datang kepadanya. Naluri ini umumnya termanifestasikan pada upaya pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia itu sendiri. Seperti  mencari makan, melindungi fisik, bertempat tinggal dan melakukan perlawanan ketika diserang.

Continue reading

Berprilaku Indonesia

Sepertinya sudah menjadi rahasia umum jika setiap letak geografis, selalu mencirikan kebiasaan berprilaku dari entitas yang bersosial di dalamnya. Seperti di Jerman yang terbiasa menggunakan berbagai jenis roti tawar dan juga jenis roti Brötchen dengan olesan berbagai selai manis beragam rasa sebagai standar sarapan pagi mereka. Juga seperti kebiasaan orang mesir yang gemar menghabiskan sandwich ikan mackarel sebagai menu sarapannya di bawah jembatan galata.

Continue reading

Memaknai Kemerdekaan

Pada umumnya, spirit persatuan yang mengikat rasa persaudaraan dari seluruh kemajemukan  bangsa Indonesia muncul dengan sendirinya ketika timnas memasuki babak final. Tidak peduli apapun cabang olah raganya. Dari jajaran penghuni istana negara hingga barak pengungsian korban bencana alam akan kompak mengekspresikan dukungannya. Kalau bukan itu, sudah pasti adalah ketika masuki bulan Agustus. Di bulan ini, seluruh elemen masyarakat dari karang taruna hingga instansi seakan bahu membahu memasang atribut merah putih di lingkungan mereka. Meskipun tanpa instruksi dari surat edaran yang ditanda tangani oleh kelurahan setempat, mereka tetap mengadakan berbagai lomba dengan punuh inisiatif. Sebuah momen dimana sikap patriotisme nasionalis bisa bersanding sejajar dengan tawa kegembiraan.

Continue reading

Ancaman Lebaran

Bagi muslim sedunia, Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan istilah Lebaran merupakan hari yang penuh suka cita. Momen dimana sanak famili, sahabat dan orang-orang terdekat berkumpul untuk merayakan kemenangan, saling memaafkan dan membahagiakan terjadi dengan sendirinya. Aku turut menjadi bagiannya.

Continue reading

Pantang Mundur

Dalam permainan catur, terdapat sekelompok bidak yang tidak begitu spesial. Bidak itu bernama Pion. Ia kecil dan bukan satu-satunya. Ia juga tidak bisa bersiasat sebagaimana bidak lainnya karena langkahnya hanya satu, maju ke depan. Di satu sisi, ia tidak begitu diperhitungkan. Namun siapa yang mengira jika bidak kecil ini bisa mengantarkan kita pada kemenangan.

Continue reading

Olderposts

Copyright © 2017 Semiotika

Theme by Anders NorenUp ↑